Dec
21
Filed Under (Ucapan) by ada-ayis on 21-12-2009

Ibu, ini adalah harimu
Apa yang kau inginkan katakan saja padaku
Ku akan berusaha memenuhinya
Walau tak sekarang

Ibu, aku anakmu
Aku akan tetap selalu menjadi anakmu
Walau lama kita tidak tidak tinggal bersama
Tapi aku adalah anakmu

Ibu, kadang aku bertanya
Mengapa ibu tidak seperti ibu yang lain
Yang lebih peduli dengan anaknya
Maaf, karena aku tidak merasakannya
Tapi aku sadar engkau memberi dengan caramu sendiri
Aku bangga itu

Ibu, terima kasih atas segala yang kau berikan
Tanpamu aku tidak akan ada di dunia ini
Tanpamu aku tidak menjadi sebaik saat ini
Tanpamu apalah aku

Bookmark and Share
Dec
17
Filed Under (Ucapan) by ada-ayis on 17-12-2009

Menyambut awal yang baru, semoga kita lebih baik dalam tahun ini.

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH

1 MUHARRAM 1431 H

———————————————————————————–

Perspektif historis peringatan 1 Muharram

UMAT Islam kembali bertemu dengan pergantian tahun baru hijriah 1 Muharram 1431 H, bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009. Perubahan tahun kalender Islam —yang juga disatukan dengan pergantian tahun baru Jawa oleh penguasa Mataram saat itu— berdekatan waktunya perayaan hari Natal dan tahun baru Masehi dan Imlek patut dijadikan renungan bersama.

Dalam tradisi Islam maupun Jawa, bulan Muharram atau Sura ini memiliki makna yang unik. Orang Jawa memandang Sura merupakan bulan istimewa yang penuh mitos. Di bulan inilah hubungan antara manusia dengan makhluk halus (bangsa lelembut) ditata dan diharmonisasi kembali melalui ritual adus kungkum (berendam di air), pencucian benda-benda keramat dan sejenisnya. Laku untuk meraih kasekten (kesaktian) dan kamukten (kemuliaan) yang mengandalkan kontrak kerja dengan bangsa alus akan lebih mujarab bila dilaksanakan pada bulan ini.

Umat Islam juga memiliki cerita yang khas mengenai muharram ini. Selain karena Muharram telah dijadikan sebagai titik tolak pergantian tahun baru hijriah, Muharram juga menjadi bulan favorit para nabi zaman dulu diselamatkan dari berbagai petaka. Hingga hari ini, ritual menyambut tahun baru Islam dirayakan melalui pembacaan doa akhir dan awal tahun, termasuk disunnahkan bagi umat Islam untuk puasa Asyura (hari ke-10), di samping Tasu’a (hari ke-9) dan hari ke-11.

Dasar puasa sunnah ini adalah salah satu hadits Rasulullah yang termaktub dalam Sahih Bukhari: ’’Dari Ibnu ’Abbas, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, ia melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Nabi bertanya: ’Apakah ini?’ Orang-orang Yahudi menjawab: ’Ini hari yang baik. Pada hari inilah Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa AS berpuasa pada hari itu. Kata Nabi kemudian: ’Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian. Maka Nabi pun melakukan puasa dan kaum mukmin untuk melakukannya juga.”

Ada juga hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim bahwa orang yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), ditambah hari Tasu’a (9 Muharram) dan tanggal 11 Muharram akan diampuni dosa-dosanya selama setahun yang lalu. Dua hadits ini setidaknya menambah keyakinan betapa Asyura merupakan bulan penting karena telah terjadi peristiwa bersejarah yang patut diperingati.

Konon banyak sekali nabi Allah yang disembuhkan atau diselamatkan pada tanggal 10 Muharram. Nabi Ayyub disembuhkan dari penyakit kustanya, Nabi Musa diselamatkan dari kejaran Raja Fir’aun, Nabi Nuh dibebaskan dari kepungan banjir besar, Nabi Ibrahim diselamatkan dari kobaran api Raja Namrud dan lain sebagainya. Nabi-nabi pilihan ini diangkat derajatnya dan mengalami titik balik (turning point) kehidupan pada hari Asyura itu. Hadits dan bukti historis di atas dijadikan pijakan oleh kaum muslim untuk melakukan puasa sunnat Asyura sebagai wujud rasa syukur karena Allah telah menyelamatkan manusia pilihan dari tindak kebathilan kaumnya.

Hari duka atau suka cita
Ali Syari’ati pernah mengatakan bahwa sejarah tentang kebaikan adalah sejarah tentang sederetan kekalahan (1993:162). Begitu pula pengungkapan kebenaran seringkali diwarnai dengan maraknya kebatilan. Bukanlah suatu kebetulan bila sejarah Islam tidak hanya mencatat peristiwa yang manis-manis saja. Manisnya sejarah Muharram karena ia dijadikan sebagai sistem kalender Islam. Muharram dijadikan sebagai bulan pertama tahun Islam lebih karena alasan politis-sosiologis. Sebab penamaan hijrah itu dimaksudkan sebagai penghargaan terhadap momentum hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Sedangkan peristiwa hijrah sendiri tidak terjadi di bulan Muharram tapi di bulan Maulud (Rabi’ul Awwal).

Kemenangan para nabi di bulan ini tidak terjadi di dalam sejarah Islam. Muharram dalam sejarah Islam malah diwarnai peristiwa kelam dan berlumuran darah, tepatnya di tanggal 10 Muharram. Dikisahkan ketika berhasil memperdayai Ali Ibn Abi Thalib dan merebut kekuasaan al-khilafah al-rasyidah dari sahabat Rasulullah yang saleh ini, Mu’awiyah ibn Abi Sufyan melancarkan propaganda dan agitasi politik ke seluruh pelosok untuk mereduksi dan menghilangkan pengaruh Ali ibn Abi Thalib.

Ali menantu Rasulullah dari anaknya Fatimah, mukmin pertama dari kalangan anak-anak yang beriman atas kerasulan Nabi Muhammad, yang menggantikan tempat tidurnya saat rumah Nabi dikepung kaum Jahiliyyah, yang meruntuhkan benteng Khaibar, yang memenangkan perang Badr, yang tegak berdiri di Hud ketika sahabat yang lain melarikan diri dari medan perang, kini dicaci-maki di berbagai tempat, termasuk di mimbar-mimbar masjid. Pengikut dan anak cucu Ali dianiaya dan disia-siakan.

Al-Hasan putra Ali, bersedia damai dengan Mu’awiyah asal ia menghentikan kecaman terhadap ayahnya. Meski akhirnya, al-Hasan harus menelan pil pahit karena Mu’awiyah berkhianat dan tidak menepati janjinya. Sementara al- Husain, saudara al-Hasan bersikap lebih keras kepada orang-orang yang menganiaya ahl al-bait (keluarga Ali keturunan Rasulullah). Di makam Rasulullah, ia bertekad menegakkan kembali Islam Muhammadi —Islam yang diajarkan Muhammad SAW yang menentang kezaliman dan melawan penindasan. Al-Husain bertekad menjadikan Islam sebagai agama yang pro kaum mustadh’afin.

Kebenaran yang diyakini anak Ali ibn Abi Thalib ini harus dibayar mahal. Empat ribu pasukan Yazid ibn Muawiyah berhasil menghabisi al-Husain dan pengikutnya di padang Karbala. Al-Husain wafat dan kepalanya dipenggal, diarak sepanjang jalan dan diserahkan kepada penguasa saat itu, tepat 10 Muharram 61 H. Jadi bagi keluarga Rasulullah, 10 Muharram adalah hari dukacita, berkabung, bukan hari bersyukur. Inilah hari lahirnya Shi’isme (loyalis Ali ibn Abi Thalib) yang selalu diperingati dengan darah dan air mata oleh pengikutnya.

Dengan propaganda politiknya, Mu’awiyah berhasil membalik persepsi publik dengan menjadikan 10 Muharram sebagai hari kemenangan yang patut dirayakan. Muslim Indonesia yang mayoritas bermazhab Sunni, tampaknya ikut-ikutan terlena oleh agenda politik Mu’awiyah ini. Tanpa menyadari motif politik di balik perayaan bulan Muharram, maka amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan ini akan kehilangan makna atau malah salah sasaran.

Perjuangan mempertahankan dan menegakkan kebenaran seharusnya lebih militan dan sistematis. Jangan sampai loyo dan akhirnya dikalahkan oleh kebathilan. Bahwa kita wajib mewujudkan pemerintahan yang baik adalah kebenaran yang harus dilaksanakan. Kalau kita sepakat bahwa korupsi adalah common enemy yang harus diperangi bersama, mestinya harus disuarakan keras-keras oleh semua pihak dan dengan komitmen tinggi untuk tidak melakukannya.

Jihad menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan adalah spirit utama peringatan Muharram. Spirit ini jauh lebih utama ketimbang berpuasa, sekalipun lebih afdhal bila dilakukan bersamaan, berpuasa sekaligus jihad. Pertarungan antara kebenaran dan kebathilan berlangsung terus tanpa henti, sampai datang saat di mana yang haq akan dimenangkan dan yang bathil dimusnahkan. Kemenangan melawan kebatilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, kebatilan yang telah menjerumuskan rakyat ke jurang kesengsaraan harus dihentikan. Pelaku yang menyebabkan kesesengsaraan harus dicuci mentalnya dan dikembalikan ke jalan yang benar. Oleh karena itu, peringatan tahun baru Islam ini harus dijadikan momentum bahwa kebenaran harus ditegakkan dan kebathilan harus dilawan habis. f

Abu Rokhmad
Dosen IAIN Walisongo
Semarang

Bookmark and Share
Dec
17
Filed Under (keseharian) by ada-ayis on 17-12-2009

Jeng-Jeng…
2 hari pasca toefl, aku melihat di mading PPDU ternyata ada pengumuman baru. Aku lihat baik-baik apa pengumuman itu dan ternyata sebuah hasil toefl senin yang lalu. Senangnya diriku, tidak lama sesudah toefl hasilnya pun sudah keluar. Ku cari namaku dari sembilan orang yang mengikuti tes senin lalu. Namaku ada di urutan ketiga dari bawah.
Alhamdulillah, batas minimum yang aku inginkan sudah terpenuhi. Artinya aku tidak perlu mengulang tes ini. Dan juga satu persyaratan sudah aku penuhi. Gembira sekali hari ini. Sekarang aku harus fokus untuk tahap selanjutnya pada hari Senin berikutnya.
Terima kasih kawan.

Bookmark and Share
Dec
13
Filed Under (keseharian) by ada-ayis on 13-12-2009

Salah satu syarat yang harus diikuti untuk pengambilan ijazah di kampusku adalah dengan mengikuti toefl yang diadakan di kampus salah satunya, tentu saja ada syarat nilai minimal yang harus dipenuhi yaitu 450. Tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti toefl kali ini, hanya persiapan administrasi saja.

Minggu lalu tepatnya hari Rabu, 9 Des 2009, aku mendaftar di bagian admin toefl dan diberitahu jadwalnya adalah Hari Senin, 14 Desember 2009 pukul 09.00 WIB. Pada saat itu, sempat kulihat daftar peserta lain yang sudah mendaftar dan jumlahnya tidak lebih dari 20 orang. Komposisi pendaftar sebagian besar masih berstatus mahasiswa sedangkan yang lain sudah ex alias sudah lulus.

Tibalah hari H.
Pukul 9 cukup pagi menurutku, semoga tidak telat datang. Alhamdulillah, aku bangun pagi dan sudah bersiap untuk tes ini. Aku sudah siap di ruangan ketika jam menunjukkan pukul 08.55 WIB. Ada beberapa pengarahan yang diberikan oleh pengawas. Semua peserta mendengarkan dengan seksama. Tes pun dimulai dengan bagian ‘listening’ untuk sesi pertama yang berjumlah 50 soal, bagian ini diberi waktu sebanyak 35 menit. Setelah ‘listening’ selesai, dilanjutkan dengan 2 bagian berikutnya dengan waktu masing-masing bagian ‘grammar’ 25 menit dan ‘reading’ 55 menit. Tak terasa waktu tinggal 15 menit lagi, semua soal telah ku selesaikan. Segera aku meninggalkan ruangan setelah kuperiksa semuanya. Selanjutnya adalah menunggu hasil ujian yang akan diumumkan 3 hari kemudian. Semoga hasilnya memuaskan. Amien!!

Bookmark and Share
Oct
26
Filed Under (Bacaan, keseharian) by ada-ayis on 26-10-2009

Tepat tiga hari setelah paket mulai dikirimkan dari si empunya untuk diberikan kepadaku.

Siang ini, kurir paket datang mengetuk pintu sekretariat dimana kuberikan alamat kirimnya. Aku menunggu saat akan ditanyakan apakah alamat ini benar disini. Dan ternyata adalah benar. Langsung saja aku sambut pak kurir dan melihat bentuk paketnya adalah kotak terbungkus rapi. Kulihat nama penerima tertera disana adalah namaku. Wow, aku senang bukan main. Baru juga bangun, tapi sudah langsung ada kejutan untukku.

Setelah kutanda-tangani bukti terima paket, serta merta langsung kuterima paket tersebut. Kubawa ketempat dimana aku duduk sebelumnya. Kulihat-lihat bungkusannya rapi tidak ada cacat. Pelan-pelan kubuka plastik dan kertas pembukusnya. Cukup sulit juga karena dibungkus sedemikian rapat. Tapi pun berhasil juga dengan tidak melukai benda didalamnya.

Seperti yang kuinginkan, 3 buah buku novel metropop karangan Clara Ng. Novel berseri dan itu semua sudah lengkap. Karena buku-buku sudah ditangan, jadi aku tidak perlu repot lagi mencari-cari kesana kemari. Well, inilah hal yang dinanati-nanti. Terima kasih kawan yang berada disana. Dengan unsur kesengajaan aku menemukannya.

Bookmark and Share
Oct
24
Filed Under (Bacaan) by ada-ayis on 24-10-2009

Kok Terasa Lama ya? Apanya?

Terasa lama menunggu tentu saja. Menunggu apa sih?

Menunggu datangnya kiriman dari Surabaya. Rasanya kok tidak sampai-sampai. Sampai menyangka-nyangka jangan-jangan…

Ah kenapa tidak diperiksa saja status paketnya. Kita bisa tahu sudah sampai dimana kan.

OK. Mari kita tunggu datangnya paket itu.

Bookmark and Share
Oct
22
Filed Under (Bacaan, keseharian) by ada-ayis on 22-10-2009

Hai kawan!

Pasti kalian masih ingat sebuah novel karya Clara NG yang berjudul Indiana Chronicles #1 Blues bukan?

Ceritanya, hari ini aku ingin berburu buku seri berikutnya tentang Lipstick & Bridesmaid. Maka berangkatlah sore ini ke sebuah daerah kulakan buku di jl.Palasari Bandung. Setibanya di sana,  tanpa babibu, ku langsung mencari di beberapa toko yang khusus menjual novel. Tapi sialnya karena buku ini sudah terbitan lama, jadi stok sudah kosong di semua toko yang pernah menjual buku ini.

Sepeti teracuni oleh komentar kawan-kawan di pagenya Clara NG @facebook. Aku pun tertarik untuk membeli karya-karyanya. Diantara yang kudapati hari ini dan aku pun kalap untuk memilikinya. Judul-judul yang sudah ada di laciku.

1. Tiga Venus

2. Dimsum Terakhir

3. Utukki: Sayap Para Dewa

4. Gerhana Kembar

5. Tea for Two

Dan ada satu lagi novel serial dengan seri pertama berjudul Anne of Green Gables karya Lucy M. Montgomery. Jadi total hari ini awal koleksiku bertambah 6 buku. Tetap gembira walau belum didapatkan buku yang dicari.

Bookmark and Share
Oct
21
Filed Under (Bacaan) by ada-ayis on 21-10-2009

Waktu iseng nyari2 buku bacaan di sekret yang rencanya buat teman perjalanan. Dengan asal, ku ambil buku yang berjudul seperti ini Indiana Chronicles: Blues yang ditulis oleh Clara NG. Ini salah satu buku koleksi perpustakaan Astacala.

Siapa yang udah pernah baca buku ini?

Ini buku memang termasuk bacaan dewasa, so jika sudah merasa cukup, boleh2 aja kok baca buku ini.

Isinya seputar kehidupan seorang wanita karir dengan berbagai macam masalah kehidupannya. It’s about live and love.

Karena ini seri buku ‘chronicle’ jadi ada seri selanjutnya. Total ada 3 seri. Berturut-turut Blues, Lipstick, Bridesmaid.

Kalo dilihat tahun terbitnya, yang seri Blues ini adalah tahun 2005. Sedangkan yang Lipstick dan Bridesmaid karena belum baca dan belum nemu juga bukunya, jadi gak ngerti terbitan tahun berapa.

Kalo temen-temen mau cari buku ini di toko buku, gak jamin masih ada. Paling-paling ada udah seri yang terakhir, Bridesmaid.

Tapi jangan berkecil hati. Mari kita berburu buku-buku bagus. Semangat! Ganbatte!

Bookmark and Share
Oct
19
Filed Under (keseharian) by ada-ayis on 19-10-2009

Selasa, 20 Oktober 2009

08.00 am

Well,alhamdulillah pagi tadi keretaku tiba di stasiun Kiaracondong. Menikmati udara pagi di Bandung memang gak ada matinya! Apalagi melihat hingar bingar pasar di pagi hari, senang rasanya melihat orang-orang sudah memulai aktivitas sejak pagi-pagi seperti ini, bahkan fajar pun belum menyingsing.

Kira-kira sejak dua tahun yang lalu, Lodayaku selalu menemani perjalananku kembali ke Bandung setelah beberapa hari ku habiskan di kota yang dikenal sebagai kota pelajar itu.

Kali ini tidak lama ku berada di kota itu, cukup singkat. Tetapta dua hari satu malam. Termasuk perjalanan spontan, dengan alasan menghadiri pernikahan kakak tingkatku. Di kota itu bagian selatan, dekat sekali dengan sebuah pantai bernama Samas. Angin di pantai itu kencang sekali ketika kami singgah di sana. Tidak lama sesudah tubuhku diterpa angin laut, kurasakan bibirku sudah asin. Huh!emang dasar laut asin! Kena anginnya aja udah langsung ketularan. hihihii… lucu juga ya. Padahal sudah jadi rahasia umum kalo air laut itu rasanya asin, punya kadar garam yang tinggi. Masih aja sempet-sempet heran.

Bandung pagi ini kumulai dengan membeli jajanan di pasar, sungguh menggiurkan membeli jajanan pasar. Ada kue cucur, donat ketan, arem-arem, lontong, macam-macam kue basah, dan yang tak pernah lupa adalah kriuk-kriuknya gorengan. Lumayan buat isi perut pagi-pagi. Walhasil setelah selama dua hari kemarin, perut gak beres, mules-mules terus. Hari ini harus kucoba untuk menormalkan kembali.

Oiya, karna ini masih pagi banget. Jadi gak terlalu banyak yang bisa kuceritakan hari ini. Lanjutkan dulu hari ini. Selamat beraktivitas kawan.

Bookmark and Share
Oct
16
Filed Under (keseharian) by ada-ayis on 16-10-2009

Baru juga pagi-pagi nyampe Bandung, malemnya udah diminta berangkat ke Padang, trus baru juga sore nyampe Bandung lagi, ntar malem udah mau langsung berangkat ke Jogja.

Wuih hebat bener ya kalo dipikir2, padahal masih mahasiswa, belum lulus pula. Tapi dalam satu bulan sudah lintas propinsi bahkan lintas pulau.

Kalo boleh nie pengen juga berangkat ke Makassar. Mumpung ada kesempatan menjelajah ke Sulawesi bow!! Pengen banget!

Udah-udah jangan pergi-pergi mulu ahhh! Kita selesaikan dulu urusan di Bandung ini. OK!

Bookmark and Share